PENGERTIAN LOCAL WISDOM
Apasih local wisdom itu? Nah kita bahas.
Kearifan Lokal atau sering disebut Local Wisdom adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis (Keraf, 2002). Sedangkan menurut Gobyah, 2009 kearifan lokal didefinisikan sebagai kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah.
Dari kedua definisi tersebut maka local wisdom dapat diartikan sebagai nilai yang dianggap baik dan benar yang berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat dari adanya interaksi antara manusia dengan lingkungannya.
II. BENTUK-BENTUK LOCAL WISDOM
Bentuk-bentuk kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa: nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Secara substansi kearifan lokal dapat berupa aturan mengenai:
1. Kelembagaan dan sanksi sosial;
2. Ketentuan tentang pemanfaatan ruang dan perkiraan musim untuk bercocok tanam;
3. Pelestarian dan perlindungan terhadap kawasan sensitif;
4. Bentuk adaptasi dan mitigasi tempat tinggal terhadap iklim, bencana atau ancaman lainnya.
III. FUNGSI LOCAL WISDOM
Berikut adalah beberapa fungsi dari local wisdom:
1. Untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam;
2. Untuk pengembangan suber daya manusia, misalnya berkaitan dengan upacara daur hidup.
3. Untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan, misalnya uapacra-upacara suatu adat tertentu.
4. Sebagai petuah, kepercayaan, sastra, dan pantangan.
IV. LOCAL WISDOM DI INDONESIA
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau baik berpenghuni ataupun tidak berpunghuni, dilintasi garis khatulistiwa, berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Wilayah yang cukup luas dengan keberagaman kekayaan alam membuat Indonesia memilii beragam suku bangsa, beragam kepercayaan, beragam adat istiadat, dan beragam kebuadayan yang semuanya bergabung menjadi satu, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua).
Kebudayaan yang beraneka ragam itu mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia, menjadi pedoman bagi mereka. Tiap daerah mempunyai kebudayaannya masing-masing, mempunyai kebijakan dan kearifan yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa kearifan yang terdapat di berbagai daerah di Indonesia:
A. Tradisi Unik Ikan Dewa di Cigugur Jawa Barat
Menurut sumber lisan masyarakat, keberadaan ikan dewa tidak terlepas dari Rama Haji Irengan. Salah satu ulama yang menyebarkan Islam di Kabupaten Kuningan sekitar abad ke 15. Ia adalah seorang catrik (santri) yang belajar agama Islam pada Sunan Gunung Djati di Cirebon. Rama Haji Irengan menyebarkan agama Islam di wilayah Kuningan sebelah selatan yang masih memeluk agama Hindu-Budha. Saat penyebaran itu, Rama Haji Irengan membuat balong (kolam) sebagai tanda masyarakatnya sudah Islam. Membuat kolam itu dilakukannya dalam satu malam dan langsung ditanami ikan. Ikan itu lah yang sampai sekarang disebut ikan dewa dan tidak boleh dimakan oleh siapa pun.
Jumlah ikan tersebut dari tahun ke tahun tidak bertambah ataupun berkurangMenurut kepercayaan warga setempat, apabila makan ikan dewa maka ia akan mati secara tragis. Nilai kearifan lokal yang terdapat dari ikan dewa adalah sebagai berikut:
a. Dapat menyelamatkan populasi dari ikan dewa tersebut agar tidak punah, karena mayarakat mau melestarikan ikan dewa dan tidak mengonsumsinya.
b. Banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Cigugur sekedar ingin mengetahui ikan dewa, sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar.
B. Ritual Cembengan (Upacara Kirab Manten Tebu)
Merupakan tradisi masyarakat Tionghoa, yaitu Cing Bing. Cing Bing adalah tradisi ziarah yang dilakukan oleh orang – orang Tionghoa yang bekerja di sebuah pabrik gula. Masyarakat lokal menyebut tradisi ini Cing Bing-an.